Barito Kuala, 9 Februari 2024
Siapa Sih Yang Tidak Pernah Stress!
Masing-masing
dari kita tentunya pernah mengalami stress. Terlepas apakah nantinya stressor
(penyebab stress) tersebut akan menyebabkan kita dapat tumbuh dan berkembang
jika (eustress) atau malah menjadikan kita semakin rentan dan tertekan (distress).
Stress negatif memang tak diragukan lagi mempunyai dampak yang tidak baik bagi
setiap individu. Sebut saja diantaranya adalah gangguan tidur, kehilangan
motivasi, pada sebagian orang mungkin bertambahnya kerontokan pada rambut,
memicu munculnya jerawat, dsb.
Setiap
stress datang melanda, mungkin tidak setiap orang menyadari bahwa sebenarnya
stress dapat dikurangi atau diatasi dengan menggunakn coping mechanism. Coping
mechanism adalah strategi atau cara yang digunakan oleh seseorang untuk
mengatur emosinya ketika menghadapi situasi yang sulit. Itulah sebabnya coping
mechanism dapat membantu individu dalam menyesuaikan dirinya jika sedang
berada pada situasi yang tidak menguntungkan dengan tujuan untuk menjaga
kesehatan mental (mental health).
Coping
stress terdiri dari 2 jenis, yaitu active coping and avoidant
coping. Active coping adalah usaha untuk mengatasi stressor,
baik efek maupun sumbernya secara langsung. Adapun, avoidant coping
adalah menghindari stressor atau mengabaikan perasaan yag erkaitan dengan hal
tersebut sepenuhnya.
Berikut
ini beberapa contoh active coping, diantaranya adalah berbicara dengan orang
yang suportif, melakukan aktivitas yang membuat rileks seperti meditasi,
beribadah dsb, mencari humor pada setiap situasi yang kurang menguntungkan,
berolahraga, mengambil cuti liburan, menghindari alkoloh, rokok dan mengunjungi
psikolog/praktisi kesehatan mental, dll.
Adapun
contoh dari avoidant coping adalah memilih kabur dari sumber stress daripada
menyelesaikannya, menenangkan atau memanjakan diri secara tidak sehat hingga
menyebabkan kecanduan (obat, alkohol, internet, seks menyimpang), self-harm
dsb.
Semoga
bermanfaat. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar